Senin, 29 Februari 2016

Apabila Pemahaman Dakwah Semacam ini


Apabila Pemahaman Dakwah Semacam ini
 +  Apabila pemahaman dakwah semacam ini maka aktivitas dakwah tidak tampak jihadnya.
 + Tetapi, apabila kembali melihat praktek dakwah yang sesungguhnya (dakwah yang asli) sebagaimana yang dilakukan para Nabi, Nabi SAW dan para sahabat R.hum. sangat tampak di dalam dakwah penuh suasana jihad/mujahadah, yaitu a.l:
1). Mendatangi ke tengah-tengah masyarakat manusia. 2). Tidak meminta dan tidak mengharap upah dari manusia, semata-mata mengharap kepada Allah. 3). Selalu siap memenuhi panggilan dengan harta dan dirinya sendiri perjuangan untuk dakwah dalam kondisi yang bagaimanapun. 4). Jangkauannya seluruh alam
Mendatangi ke tengah-tengah masyarakat manusia artinya tidak menunggu didatangi (diundang), dengan segala resikonya Mendatangi orang yang suka maupun benci, setuju maupun mereaksi,  menganggap penting maupun yang justru merasa terganggu,  siap menerima maupun yang siap menolak
bahkan mengusir dan menghina.

ORANG BERPIKIR ANEH


ORANG BERPIKIR ANEH
Mungkin orang berpikir dan merasa aneh bila yang dimaksud jihad adalah dakwah ?
Bukankah kalimat jihad berasal dari :
(Jaahada – Yujaahidu – Mujaahadatan – Jihaadan maksudnya, mencurahkan/ mengorbankan segala kekuatan dan kemampuan.  Sebagaimana firman Allah : Berjihadlah dalam agama Allah dengan sebenar-benar jihad.
Pangkal atau asli artinya yaitu : mengorbankan/mencurahkan kemampuan di dalam melindungi saudaranya / sahabatnya) (Kamus Al Munjid).
(Jahada – Al Jahdu, Al Juhdu yakni kemampuan, kekuatan dan dikatakan juga Al Jahdu = usaha, jerih payah, kesukaran
Sedang Al Juhdu  = kemampuan, kekuatan (Lisanul Arab)
Bagaimana jihad kaitannya dengan dakwah ?
Dalam benak dan bayangan kebanyakan orang hari ini dakwah (mungkin) berupa ceramah-ceramah melalui mimbar-mimbar, kuliah shubuh mingguan / bulanan, bahkan bisa melalui TV, radio, kaset-kaset, majalah-majalah, dsb yang relatif mudah, enak, tanpa resiko karena para obyek “dakwahnya” adalah orang-orang yang relatif sudah ada kesiapan menerima, terbukti dengan kemauan mereka untuk datang, duduk, mendengar, membeli majalah / kasetnya dan lain sebagai-nya.
Sehingga (maaf) kadang bahkan mendatangkan keuntungan materi, pengaruh, dan sebagainya dengan mudah.

PRAKTIK NABI SAW DI FASE MAKKIYAH



PRAKTIK NABI SAW DI FASE MAKKIYAH
  Description: C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\OFFICE14\Bullets\BD10301_.gif  Praktek Nabi SAW di fase Makkiyah adalah berdakwah
     habis-habisan dari
          1. orang ke orang,
          2. dari satu keluarga ke keluarga yang lain,
          3. suku satu ke suku yang lain,
          4. kaum satu ke kaum yang lain,
          5. kabilah satu ke kabilah yang lain,
          6. sampai boleh dikata seluruh penduduk kota Mekkah
              didakwahi oleh Nabi.
 Description: Description: C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\OFFICE14\Bullets\BD10301_.gif  Nabi mendidik para shahabat, begitu masuk Islam langsung
     berdakwah.
 Description: Description: C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\OFFICE14\Bullets\BD10301_.gif  Perang baru terjadi sesudah ada perintah perang (fase
     Madaniyah) antara lain QS. Al Hajj (22) ayat 39,
     Al Anfal (8) ayat 65, Al Baqarah (2) ayat 216, dll.
  Description: Description: C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\OFFICE14\Bullets\BD10301_.gif  Padahal istilah jihad sudah dipakai sejak awal (fase Makkiyah),
     yaitu QS. Al Furqon (25) ayat 52, sehingga yang dimaksud  jihad
     jelas bukan mesti perang.
  Description: Description: C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\OFFICE14\Bullets\BD10301_.gif   Bahkan maksud utama jihad adalah apa yang dikerjakan
     Nabi SAW. sejak fase itu, yaitu dakwah ila ALLAH.
  Description: Description: C:\Program Files (x86)\Microsoft Office\MEDIA\OFFICE14\Bullets\BD10301_.gif  Jadi jihad baik fase Makkiyah maupun fase Madaniyah apa yang
     dikerjakan Nabi SAW sejak di Mekkah yaitu dakwah dalam
     rangka tegaknya agama (dakwah merupakan tulang punggung
     tegaknya agama).


APA MAKSUD JIHAD YANG SEBENARNYA


APA MAKSUD JIHAD YANG SEBENARNYA
Maksud Istilah Jihad
·       Memahami maksud istilah jihad, harus dikembalikan pada   awal mula istilah tersebut digunakan.
·       Istilah itu sudah digunakan  sejak fase Makkiyah
·       Apa yang dilakukan Nabi dengan sungguh-sungguh dan mati-matian sejak fase Makkiyah.
·       Yaitu sejak turunnya Al Qur’an surat Al Muddatstsir ayat : 1 – 7
يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ ١  قُمۡ فَأَنذِرۡ ٢  وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ ٣  وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ ٤  وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ ٥  وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ ٦  وَلِرَبِّكَ فَٱصۡبِرۡ ٧
1. Hai orang yang berkemul (berselimut) 2. bangunlah, lalu berilah peringatan 3. dan Tuhanmu agungkanlah 4. dan pakaianmu bersihkanlah 5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah 6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak 7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah
(Al Muddaththir,1-7)

Rabu, 24 Februari 2016

URAIAN QS. AT TAUBAH AYAT 73

URAIAN QS. AT TAUBAH AYAT 73 DAN  AT TAHRIM AYAT 9

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡۚ وَمَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ ٧٣ 
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya
Catatan:
  Di Fase Madaniah Nabi memerangi orang kafir tetapi tidak pernah ada satu riwayatpun Nabi memerangi orang munafik
  Padahal perintahnya untuk berjihad kepada orang kafir DAN orang munafik
  Sehingga jihad pada ayat-ayat tersebut pun tidak boleh diartikan dengan semata-mata perang.
  Dalam QS. At Taubah 73 dan At Tahrim 9, antara orang-orang kafir dengan orang-orang munafik dihubungkan dengan kata sambung َو(wa = dan).
  Artinya jika Nabi berjihad  memerangi orang-orang kafir, tentu juga memerangi orang-orang  munafik. Bahkan perintah tersebut diulang yang menunjukkan pentingnya hal itu, Namun pada kenyataannya tidak, sehingga aneh jika jihad pada ayat itu diartikan perang.
  Berdasar kenyataan di atas:
  Pada fase Makkiyah; QS. Al Furqon : 52,
  Maupun fase Madaniyah; QS. At Taubah: 73 & QS. At Tahrim: 9
  Teranglah bahwa  Jihad tidak mesti identik dengan perang atau kekerasan

Riwayat Matinya Abdullah bin Ubay bin Salul


RiwayaRiwayat Matinya Abdullah bin Ubay bin Salul
  Tahun 9 H dia mati mengenaskan
  Putranya (Abdullah) minta sehelai pakaian Beliau untuk kafan ayahnya
  Kemudian mohon agar Nabi SAW mensholatkan jenazahnya, permintaan ini Beliau kabulkan
  Umar Ra. Berupaya meyakinkan Nabi agar jangan men-sholatkan musuh Allah tsb dengan berbagai alasan dan Nabipun menerima wahyu Qs. At-Taubah (9) ayat 80, namun Beliau tetap mensholatkan
  Kemudian turun Qs. At-Taubah (9) ayat 84 maka setelah turun ayat tsb Nabi tidak pernah mensholatkan jenazah orang munafik lagi
  Menurut riwayat lain setelah turun ayat tsb Nabi bersabda kepada kaum muslimin
"Dan, tidak akan berguna bajuku baginya pada sisi Allah. Dan, aku mengharapkan bahwa dengan demikian itu akan Islam seribu orang dari pengikutnya."
 t Matinya Abdullah bin Ubay bin Salul
  Tahun 9Riwayat Matinya Abdullah bin Ubay bin Salul
  Tahun 9 H dia mati mengenaskan
  Putranya (Abdullah) minta sehelai pakaian Beliau untuk kafan ayahnya
  Kemudian mohon agar Nabi SAW mensholatkan jenazahnya, permintaan ini Beliau kabulkan
  Umar Ra. Berupaya meyakinkan Nabi agar jangan men-sholatkan musuh Allah tsb dengan berbagai alasan dan Nabipun menerima wahyu Qs. At-Taubah (9) ayat 80, namun Beliau tetap mensholatkan
  Kemudian turun Qs. At-Taubah (9) ayat 84 maka setelah turun ayat tsb Nabi tidak pernah mensholatkan jenazah orang munafik lagi
  Menurut riwayat lain setelah turun ayat tsb Nabi bersabda kepada kaum muslimin
"Dan, tidak akan berguna bajuku baginya pada sisi Allah. Dan, aku mengharapkan bahwa dengan demikian itu akan Islam seribu orang dari pengikutnya."
  H dRiwayat Matinya Abdullah bin Ubay bin Salul
  Tahun 9 H dia mati mengenaskan
  Putranya (Abdullah) minta sehelai pakaian Beliau untuk kafan ayahnya
  Kemudian mohon agar Nabi SAW mensholatkan jenazahnya, permintaan ini Beliau kabulkan
  Umar Ra. Berupaya meyakinkan Nabi agar jangan men-sholatkan musuh Allah tsb dengan berbagai alasan dan Nabipun menerima wahyu Qs. At-Taubah (9) ayat 80, namun Beliau tetap mensholatkan
  Kemudian turun Qs. At-Taubah (9) ayat 84 maka setelah turun ayat tsb Nabi tidak pernah mensholatkan jenazah orang munafik lagi
  Menurut riwayat lain setelah turun ayat tsb Nabi bersabda kepada kaum muslimin
"Dan, tidak akan berguna bajuku baginya pada sisi Allah. Dan, aku mengharapkan bahwa dengan demikian itu akan Islam seribu orang dari pengikutnya."
 ia mati mengenaskan
  Putranya (Abdullah) minta sehelai pakaian Beliau untuk kafan ayahnya
  Kemudian mohon agar Nabi SAW mensholatkan jenazahnya, permintaan ini Beliau kabulkan
  Umar Ra. Berupaya meyakinkan Nabi agar jangan men-sholatkan musuh Allah tsb dengan berbagai alasan dan Nabipun menerima wahyu Qs. At-Taubah (9) ayat 80, namun Beliau tetap mensholatkan
  Kemudian turun Qs. At-Taubah (9) ayat 84 maka setelah turun ayat tsb Nabi tidak pernah mensholatkan jenazah orang munafik lagi
  Menurut riwayat lain setelah turun ayat tsb Nabi bersabda kepada kaum muslimin
"Dan, tidak akan berguna bajuku baginya pada sisi Allah. Dan, aku mengharapkan bahwa dengan demikian itu akan Islam seribu orang dari pengikutnya."

Selasa, 23 Februari 2016

Contoh


Contoh
  Sikap Nabi yang berlaku dalam berbagai macam kejadian menghadapi tokoh kaum munafik Abdullah bin Ubay bin Salul dan pengikutnya.
  Abdullah anaknya Abdullah bin Ubay bin Salul ingin membunuh ayahnya karena karena ulah kejahatan ayahnya terhadap Nabi dan muslimin yang telah sangat keterlaluan tetapi dicegah oleh Nabi, bahkan disuruh berbakti.
  Umar bin Khaththab Ra. yang berkali-kali meminta izin untuk membunuh Abdullah bin Ubay bin salul, karena ulahnya yang sudah sangat keterlaluan terhadap Nabi SAW dan kaum muslimin tetapi Beliau SAW melarangnya.